RSS

Halaman

Kamis, September 18, 2008

it's tragically clear

(taken from "recto verso")
kejadian yang mirip dengan tragedi kisah hidupku. Antara aku dan kea, hanya saja, Kea tidak kehujanan tetapi menunggu hujan reda, dan dia memang SUDAH masuk angin :P







“malam ini aku lahir baru.”

“kamu bertobat?”

“Bisa jadi itu istilahnya! Aku… selesai.”
“aku menyadari sesuatu waktu aku sakit kemarin.”


“Satu malam aku sempat terlalu lemas untuk bangun, padahal aku cuma ingin ambil minum. Tidak ada siapa-siapa yang bisa kumintai tolong…”
“Malam itu rasanya aku sampai ke titik terendah. Aku capek. Dan kamu tahu? Aku tidak butuh dia. Yang kubutuhkan adalah orang yang menyayangi aku… dan segelas air putih.”
“Tapi… aku janji… tangisan ini buat yang terakhir kali…”
“Orang… yang begitu tahu aku sakit… mau jam berapapun… langsung datang…”
“Keinginan itu… tidak ketinggian, kan?”


Tak ada yang muluk dari obat flu dan air putih. Tapi kamu mempertanyakannya seperti putri minta dibuatkan seribu candi dalam semalam.
“Jadi, sekarang kamu mau bagaimana?”

“Aku akan diam”

“Diam?”

“Ya. Diam! Diam ditempat. Tidak ada lagi usaha macam-macam, mimpi muluk-muluk. Karena aku yakin di luar sana, pasti ada orang yang mau tulus sayang sama aku, yang mau menemani aku pada saat susah, pada saat aku sakit…”

demi penantian yang baru! Yang tidak muluk-muluk!

Cheers!





Sometimes it's hard to be a woman giving all your love to just one man.
-Tammy Wynette-

A hug is like a boomerang - you get it back right away.

-Bil Keane-



1 komentar:

abu abdirrahman mengatakan...

aku sayang padamu kok say. hahahahahaaha